Di artikel ini saya bahas semua hal tentang internal link, manfaatnya untuk website kita. cara menggunakan internal link agar hasilnya optimal, konsep penggunaan, dan cara memanfaatkannya untuk ngerangking artikel baru ke halaman pertama di google lebih cepat.
Intinya sih, semua hal yang saya tahu dan saya gunakan seputar internal link. Biasanya, bicara tentang internal link suka nyerempet ke Silo Struktur dalam website. Ini hal yang serupa, tapi tidak benar-benar sama.
Kita bahas aja sekalian nanti ya. Saya coba tuliskan dari dasar beserta keterangan istilahnya, agar rekan-rekan yang baru mengenal blogging bisa faham juga.
Daftar topik yang dibahas disini:
- Pengertian internal link
- Manfaat internal link
- Cara merangking artikel lebih cepat
- Memanfaatkan Google Analytics
- Memanfaatkan Google Search Console
- Memanfaatkan Google Index
- Mengenal Silo Struktur
- Aplikasi Silo Struktur
- Kesimpulan
Pengertian Internal Link
Internal link adalah tautan atau link yang ada di dalam satu artikel, menuju ke artikel lain yang ada di dalam website yang sama. Kebalikannya adalah eksternal link; link dari dalam satu halaman website menuju ke halaman di website lain.
Contohnya seperti ini -> review web hosting terbaik. Link ini menuju ke artikel review web hosting yang masih ada didalam blog ini.
Satu hal yang akan selalu bersentuhan dengan internal link adalah Anchor text.
Anchor text adalah kata atau frase yang kita jadikan link dalam halaman website. Di contoh di atas, anchor text-nya adalah review web hosting terbaik. Ini perlu kita fahami dulu karena nanti akan kita gunakan dalam optimasi internal link.
Manfaat Internal Link
Beberapa manfaat dari menambahkan internal link dalam artikel di blog antara lain;
- Bikin visitor betah. Jika dilakukan dengan benar, bisa membuat visitor betah browsing di web kita. Pada akhirnya membuat user experience lebih baik.
- Memperbaiki struktur website. Dengan internal link, kita bisa mempermudah navigasi visitor di website kita. Selain itu juga mempermudah bot mesin pencari untuk crawl semua artikel yang ada di blog kita. Efeknya, website lebih mudah terindex dan cenderung mendapatkan peringkat lebih baik di search engine (google, bing, dll).
- Hemat backlink. Optimasi offpage, terutama backlink, itu butuh waktu dan biaya yang lumayan. Dengan mempergunakan teknik internal link yang baik, kita bisa lumayan berhemat waktu dan biaya karena artikel kita akan lebih mudah untuk ngerangking.
- Mempermudah artikel baru untuk masuk ke halaman pertama mesin pencarian. Dengan sedikit trik, artikel yang baru dibuat bisa lebih mudah ngerangking.
Manfaat favorit saya mah sih, dengan internal link yang terstruktur, artikel yang baru dibuat bisa lebih mudah ngerangking di google. Sering kali cukup dengan internal link saja, tanpa backlink atau optimasi offpage lainnya.
Kalaupun diberi backlink, jumlahnya ngga butuh banyak biasanya. Kuncinya hanya di pemilihan artikel sumber internal link saja.
Caranya? ada dibagian selanjutnya artikel ini ya.
Btw ini contoh hasil optimasi internal link di salah satu blog saya. Beberapa keyword yg saya target dan dibikin artikelnya sebulanan kemarin, sudah mulai ada hasilnya (target keyword lokal). Semuanya tanpa backlink, mengandalkan internal linking antar artikel aja..
OK, selanjutnya kita masuk ke tips seputar internal link saja ya, biar bisa langsung dipraktekan.
Catatan: Ini cuma best practise yg saia lakuin, dan buat sy sendiri mah hasilnya lumayan membantu. Minimal rada hemat backlink buat ngerangking artikel di page one.
Barangkali aja cocok dan bisa dimodifikasi lagi oleh rekan-rekan sesuai keperluan.
Simak juga: cara membuat website dari nol untuk pemula
Komentar
Posting Komentar